YAYASAN SWANA SANTA PALANG BIRU
    RUMAH SAKIT PALANG BIRU KUTOARJO
    Jl. Marditomo No. 17 Kutoarjo Purworejo | Call (0275) 641425, 641650 | Ambulance (0275) 641428
    E-mail : rspb_kta@yahoo.co.id | Nomor Layanan Pengaduan : 0812 2909 6818 (Whatsapp)

BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS), NADI KEHIDUPAN DI BALIK LAYAR PELAYANAN MEDIS

Pengertian Bank Darah Rumah Sakit (BDRS)

Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) adalah unit pelayanan di rumah sakit yang bertugas menyimpan, mendistribusikan, dan memastikan ketersediaan darah dan komponennya bagi pasien yang membutuhkan transfusi. BDRS tidak melakukan pengambilan darah secara langsung, tetapi menerima darah dari Unit Transfusi Darah (UTD), seperti dari PMI, untuk disalurkan ke pasien rumah sakit berdasarkan kebutuhan klinis.

 

Fungsi dan Tugas BDRS

BDRS memiliki peran vital dalam sistem pelayanan rumah sakit, antara lain:

  1. Menerima dan Menyimpan Darah

Menerima stok darah dari UTD dan menyimpannya sesuai standar suhu dan keamanan.

 

  1. Pencatatan dan Pelaporan

Mencatat semua pemasukan dan pengeluaran darah secara sistematis, serta melaporkan ke instansi terkait seperti Dinas Kesehatan atau UTD.

 

  1. Pengujian Ulang dan Pencocokan Golongan Darah (Crossmatch)

Sebelum transfusi, BDRS melakukan uji silang untuk memastikan kecocokan darah antara donor dan pasien.

 

  1. Distribusi dan Penyaluran

Menyalurkan darah dan komponennya ke ruang-ruang perawatan, ruang operasi, atau instalasi gawat darurat sesuai permintaan dokter.

 

  1. Pemantauan Kualitas

Memastikan semua darah yang disimpan bebas dari kontaminasi, layak pakai, dan tidak melewati masa kedaluwarsa.

 

Komponen Darah yang Dikelola di BDRS

  1. Sel Darah Merah Pekat (PRC) – untuk pasien anemia atau perdarahan berat
  2. Trombosit – untuk pasien DBD berat, leukemia, atau kemoterapi
  3. Plasma Segar Beku (FFP) – untuk gangguan pembekuan darah
  4. Kriopresipitat – untuk pasien hemofilia
  5. Darah utuh (Whole Blood) – jarang digunakan, biasanya dalam kondisi darurat ekstrem

 

Proses Permintaan Darah di BDRS

  1. Permintaan dari Dokter

Dokter membuat permintaan transfusi berdasarkan kondisi medis pasien.

  1. Uji Golongan dan Crossmatch

Dilakukan pencocokan darah (uji silang) untuk menghindari reaksi transfusi.

  1. Pemberian Darah ke Pasien

Jika cocok dan tersedia, darah diserahkan ke perawat atau tim medis untuk ditransfusikan.

  1. Pencatatan dan Pelaporan

Semua proses dicatat untuk kepentingan medis, audit, dan stok kontrol.

 

Tantangan BDRS di Rumah Sakit

  • Kekurangan stok darah, terutama golongan darah langka atau saat masa krisis
  • Distribusi darah yang tidak merata antar rumah sakit
  • Keterlambatan pengiriman dari UTD
  • Kualitas darah yang tidak sesuai standar karena kendala logistik

 

Solusi dan Penguatan BDRS

  • Koordinasi intensif dengan PMI dan UTD untuk distribusi darah rutin
  • Manajemen stok yang modern berbasis digital untuk melacak masa simpan dan kebutuhan real-time
  • Pelatihan staf BDRS secara berkala tentang protokol transfusi dan penyimpanan
  • Peningkatan kesadaran masyarakat untuk donor darah rutin, agar suplai darah ke BDRS terjaga

 

Bank Darah Rumah Sakit adalah bagian tak terlihat yang berperan besar dalam menyelamatkan nyawa setiap hari. Meski tidak berada di ruang publik, BDRS adalah "jantung tersembunyi" dari sistem medis, bekerja senyap namun berdampak luar biasa. Dukungan dari masyarakat berupa donor darah rutin, serta manajemen rumah sakit yang terorganisir, akan memastikan BDRS terus berfungsi optimal demi pasien-pasien yang membutuhkan.